Jumat, 25 Agustus 2017

Keris Sepuh Pijetan Kebo Lajer Pedaringan Kebak Pamor Tiban Huruf A





DAPUR : Kebo Lajer
PAMOR :Pedaringan Kebak, Pamor Tiban huruf A
TANGGUH : Padjajaran
WARANGKA : Gayaman Solo

Pemesanan dan pembayaran bisa via Tokopedia
Atau Hubungi: 
Telp./W.A: 0816869621
BBM: D97B02D4
Desa Bakalan Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang




DHAPUR KEBO LAJER
Kebo lajer, atau mahesa lajer, merupakan salah satu nama dapur keris lurus, bilahnya agak tipis, dan permukaan nya rata tanpa ada-ada. Gandiknya polos, panjangnya kira-kira dua kali ukuran gandik yang normal. 



Keris kebo lajer memiliki penggemar dan pecinta fanatiknya sendiri karena dipercaya dapat menjadipiandel, Kerbau adalah lambang ketangguhan, kejantanan dan kekuatan fisik, dan juga sebagai pekerja, penarik  (Rejeki) bisa diartikan sebagai lambang kemakmuran.


PAMOR PEDARINGAN KEBAK
Gambaran pola pamor ini mirip dengan pamor Beras Wutah, naum lebih rumit dan kompleks. Pamor ini boleh dikatakan menempati seluruh permukaan bilah, tidak terpisah mengelompok menjadi beberapa bagian. Tuahnya dipercaya lebih kuat dibandingkan pamor wos wutah, yaitu rejeki yang mengalir deras memenuhi lumbung-lumbung yang ada.


Pada keris langka dan unik ini terdapat pamor tiban inisial huruf "A"



Menambah keunikan keris langka ini, apabila dilihat dari samping akan ferlihat pada bagian bawah gonjo agak cembung/tidak datar.


#SOLD_OUT_TERMAHAR_KOSONG


DAPUR : Jalak Dinding
PAMOR : Jung Isi Dunyo
TANGGUH : Mataram
WARANGKA : Gayaman Solo

Pemesanan dan pembayaran bisa via Tokopedia
Atau Hubungi: 
Telp./W.A: 0816869621
BBM: D97B02D4
Desa Bakalan Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang





FILOSIFI JALAK DINDING
Jalak Dinding disebut juga Jalak dingin,adalah suatu bentuk keris yg bilahnya lurus.bKeris ini memakai gusen,pejetan dan tingil.
selain itu tidak ada rickan lainnya. Sepintas keris ini mirip sekali dengan keris berdapur tilam sari. Bedanya hanya terletak pada gusen yang ada disepanjang sisi bilah.

Keris pusaka keraton kesultanan yogyakarta yaitu Kanjeng Kyai Ageng Jaka Piturun,menurut catatan pihak  keraton juga ber dapur jalak dinding.


JUNG ISI DUNYA
Jung Isi Dunya adalah salah satu gambaran pamor yang tergolong pamor mlumah (terlentang). Pamor ini bisa terletak dimana saja. Bisa di sor-soran (bawah), tengah, atau pucuk. Bentuk gambarannya berupa beberapa lingkaran atau bulatan-bulatan kecil berlapis, dikelilingi oleh Iingkaran yang besar.


Kadang-kadang pamor Jung lsi Dunya terselip di antara pamor Wos Wutah atau Ngulit Semangka, tetapi seringkali pula pamor ini berdiri sendiri. Tuah pamor ini bagi yang percaya, adalah untuk membantu mencari kekayaan dan rejeki.


Kamis, 24 Agustus 2017

#SOLD_OUT _TERMAHAR_KOSONG



DAPUR : Sabuk Inten
PAMOR : Kulit Semangka
TANGGUH : est.  Tuban Mataram
WARANGKA : Gayaman Jogja

SOLD OUT to Tn. Nd Jakarta

Berminat Hubungi: 
0816869621
Desa Bakalan Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang




SABUK INTEN ,adalah salah satu bentuk dhapur keris luk sebelas. Ukuran panjang billahnya sedang, permukaan bilahnyanglimpa. Keris ini memakaikembang kacang,lambe gajah, sogokan rangkap,sraweyan, danri pandanataugreneng. Ada juga keris dhapur lain yang bentuknya amat mirip dengan dhapurSabuk Inten, yaitu dhapurCarita Keprabon. Jumlah luknya juga sebelas. Ricikan lainnya juga hampir sama, kecuali pada ricikan gusen. Carita Keprabon memakai gusen dan lis-lisan, sedangkan keris Sabuk Inten tidak.


FILOSOFI, Bentuk Sabuk Inten menurut serat Centhini artinya adalah permata yang sangat indah dan bernilai, maksudnya adalah hati manusia sendiri. Kata indah, sudahlah jelas artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya.Keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan hanya menyangkut benda-benda yang dapat dicerap oleh indera penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. Keindahan dalam arti luas menyangkut pengalaman-pengalaman seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya dan dapat juga dirasakan oleh orang lain. Keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita. Sedangkan nilai bukan saja membedakan tindakan manusia. Nilai juga membedakan kualitas manusia. Dahulu Plato membagi manusia berdasarkan tiga nilai; keberanian, kesenangan dan kebijaksanaan. Nilai pertama dianut prajurit, nilai kedua pedagang, dan nilai ketiga dianut ahli agama/filsuf. Pada akhirnya nilai keindahan sifat manusia terletak pada ketulusan hatinya; kemuliaan sifat manusia terletak pada kejujurannya. Sedangkan Luk sebelas sendiri pada intinya merupakan lambang keperwiraan dan semangat pantang menyerah untuk menggapai tujuan.



PAMOR KULIT SEMANGKA,. Secara fisik pamor kulit semangkamemperlihatkan motif seperti kulit dari buah semangka. Pamor ini adalah pamortibandihasilkan oleh penempaan Empu yang dalam proses pembuatannya bekerja sambil berdoa, sabar dan menyerahkan hasil dari tempaannya kepada kehendak Tuhan (ikhlas). Secara filosofis,pamor Kulit Semangka menggambarkan kondisi, harapan dan keinginan agar pemilik keris di memudahkan mencari jalan rejeki dan si pemilik akan mudah bergaul dengan siapa saja dari golongan manapun

Rabu, 23 Agustus 2017

Keris Pusaka Jalak Dinding Pajajaran Beras Wutah



DAPUR : Jalak Dinding
PAMOR : Beras Wutah
TANGGUH : est.  Pajajaran
WARANGKA : Gayaman Jogja

Untuk pemesanan / pembayaran bisa via Tokopedia
Atau Hubungi: 
Telp./W.A: 0816869621
BBM: D97B02D4
Desa Bakalan Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang




DHAPUR JALAK DINDING
Jalak Dinding disebut juga Jalak dingin ,adalah suatu bentuk keris yg bilahnya lurus.keris ini memakai gusen , pejetan dan tingil.selain itu tidak ada rickan lainnya .sepintas keris ini mirip sekali dengan keris berdapur tilam sari .bedanya hanya terletak pada gusen yang ada disepanjang sisi bilah .




TANGGUH PAJAJARAN, Tanah Pasundan adalah tanah yang sangat subur, gemah ripah loh jinawi. Dengan kesuburan tanahnya, hampir dipastikan kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di tlatah tersebut mampu melakukan swasembada pangan sendiri. Tipikal masyarakat yang tinggal atau mempunyai daerah yang geografisnya subur, diberkahi banyak gunung, mata air dan sungai, berhawa sejuk hampir dipastikan masyarakatnya adalah mereka yang suka hidup damai.


Tanpa harus agresi ke daerah lain, secara normatif masyarakat ini tidak merasa khawatir akan kekurangan kebutuhan dasar; sandang, pangan dan papan, karena karena alam yang ada di sekitar sudah ‘maha’ menyediakan. Dengan latar belakang masyarakat agraris yang cinta damai, itulah keris keris pedalaman Barat (Pajajaran, Galuh, Pakuan) tercipta dengan tampilan ‘rasa’ yang khas. Kesederhanan tetapi tidak asal-asalan. Bilahnya cenderung tipis, tapi memiliki keistimewaan. Teknik pattern-welding yang dipakai, lebih tampak istimewa karena ketipisan bilah yang tercipta. Bercampurnya besi, baja dan bahan pamor tetap terlihat kontras dalam bilah keris.


Keris Pasundan bukanlah tipe keris yang ‘sombong atau pamer’ (gebyar). Ungkapan kesederhanan dalam rasa estetis yang tinggi, jarang sekali kita temukan motif pamor keris Pasundan dengan teknik pamor miring, hampir sebagian besar menggunakan pola teknik pamor mlumah, sehingga terciptalah pamor dengan teknik dasar seperti ngulit semangka atau beras wutah yang terlihat matang. Tanah Pasundan juga terkenal sebagai gudangnya para “Bapak atau Ibu Empu di Nusantara”, sebut saja nama Ki Keleng, Ki Kuwung, Ki Loning, Ki Angga, Ki Pagelen, Ki Sikir, Empu Ki Siyung Wanara dan Ni Mbok Sombro. Tak heran dari sudut pandang pecinta Isoteri, keris Pasundan dipercaya memiliki perbawa adem ayem dan keberkahan, karena dibabar dengan ritual dan doa sebagai wujud syukur kepada bumi yang dianggap telah memberikan bermacam sumber kehidupan.



PAMOR BERAS WUTAH, Berarti “beras tumpah”, oleh kebanyakan penggemar keris dianggap memiliki tuah yang dapat membuat pemiliknya mudah mencari rejeki, berkelimpahan. Oleh sebagian ahli tanjeg dikatakan bahwa di dalam pamor ini tersembunyi tuah lain yang baik. Bagi lelaki Jawa yang telah menikah, pamor ini juga mengingatkan akan tanggung jawab lelaki sebagai kepala keluarga untuk bertanggungjawab menghidupi / menafkahi keluarganya, sebagaimana tercermin dari ritual “kacar-kucur” pengantin Jawa, dimana pihak lelaki “menumpahkan beras” ke tempat yang telah disediakan pihak perempuan. Arti simbolis ritual ini juga berarti bahwa rejeki yang didapat sang suami “tidak lari kemana-mana“ selain ke istri sendiri – yang sekaligus menjadi pengelolanya.


GONJO PAMOR MAS KEMAMBANG
Adalah pamor yang terletak di bagian gonjo. Bentuknya merupakan garis mendatar yang berlapis-lapis. Menurut sebagian pecinta keris termasuk baik tuahnya. Pemilik keris dengan gonjo seperti ini bisa bergaul baik dengan kalangan atas maupun bawah.

#SOULD_OUT (termahar)




DAPUR : Carang Soka
PAMOR : Singkir
TANGGUH : est.  Mataram
WARANGKA : Ladrang Solo

Untuk pemesanan / pembayaran bisa via Tokopedia
Atau Hubungi: 
Telp./W.A: 0816869621
BBM: D97B02D4
Desa Bakalan Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang




DHAPUR CARANG SOKA
CARANG SOKA, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk sembilan. Ukuran panjang bilah keris ini sedang, memakai kembang kacang, jalen, lambe gajah-nya satu. Selain itu memakai pejetan, tikel alis sraweyan dan greneng.



FILOSOFI CARANG SOKA
Carang merupakan ranting-ranting pohon yang walaupun kecil-kecil tetapi jumlahnya banyak,menjadikan pohon tampak rimbun,sedangkan Soka adalah serapan dari Asoka,berasal dari bahasa Sansekerta :Shoka (sedih) dan A (tidak) jadi artinya bunga asoka adalah bunga pembebas/penawar kesedihan. Soka/asoka adalah tanaman hias yang banyak digemari karena karakteristik morfologinya yang unik dan jenisnya bermacam-macam.



Dugaan kuat mengenai asal usul tanaman ini lebih cenderung kepada negara India,dimana di negara tersebut memiliki beragam jenis tanaman Soka. Penyebaran tanaman Soka bisa jadi tidak terlepas dari peran para pendeta beragama Hindu. Termasuk salah satunya ke negara kita.


Dalam hubungannya dengan kepercayaan umat Hindu terhadap bunga Soka dimana adalah pohon ini sering diasosiasikan dengan lambang cinta dan kesucian sehingga sering digunakan sesaji untuk persembahan dewa Siwa dan Wisnu.


Juga merupakan simbol pengusir kesedihan,hidup bersuka hati sehingga mereka meyakini dengan membawa bunga Soka kemanapun pergi,maka mereka akan mendapatkan kesenangan dan selalu diliputi perasaan bahagia.


Bunga soka awalnya hanya sebagai tanaman liar type perdu. Dengan penampilan bunganya yang memancar seperti kembang api dan hidup di hutan-hutan liar,tidaklah mengherankan bila orang-orang Eropa menjulukinya dengan flame of the wood atau api dari hutan. Selain macamnya beragam tanaman hias ini juga multi fungsi,diantaranya jaman dahulu banyak ditanam di halaman-halaman keraton dan rumah bangsawan,juga digunakan sebagai pagar hidup candi dan kuil.


FILOSOFI PAMOR SINGKIR

Keris Singkir adalah keris pamor membentuk guratan garis garis seperti kawat.


TUAH Keberuntungan Hidup,Tolak Balak,Membuang Kesialan,Membuang Energi Negatif,Mengusir Jin Jahat,Pagar Diri dan Tempat Usaha dari gangguan Ilmu Hitam,Pagar Santet dan Guna-guna,Mendatangkan Rejeki tanpa hambatan








Keris Sepuh Brojol Pamor Tirta Teja





DAPUR : Brojol
PAMOR : Tirta Teja
TANGGUH : Madura Sepuh
WARANGKA : Ladrang Solo
KAYU : Timoho

Untuk pemesanan / pembayaran bisa via Tokopedia
Atau Hubungi: 
Telp./W.A: 0816869621
BBM: D97B02D4
Desa Bakalan Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang





BROJOL
Filosofi keris dhapur Brojol, seperti halnya bayi yang baru lahir, belum memiliki apapun kecuali berpasarah diri terhadap ibunya, begitulah kita berpasrah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesungguhnya dengan kelahiran itu, kita kembali diingatkan akan asal muasal kita. Dhapur Brojol dapat juga dimaknai sebagai sebuah pengejawantahan keinginan manusia untuk senantiasa dapat lancar segala sesuatunya (mbrojol) dalam hal menyelesaikan kesulitan kehidupan.


TANGGUH MADURA
Kebanyakan orang akan menyebut, bahwa keris Madura Sepuh adalah Karya Empu Koso. Panafsiran gebyah uyah (pukul rata sama semua) ini sebenarnya tidak terlalu salah, mengingat Empu Koso adalah seorang empu yang paling terkenal di Madura dan kemungkinan besar adalah empu yang pertama kali menyebarkan ilmu membuat keris di pulau penghasil garam itu. Empu Koso kemudian mengembangkan bilah keris Madura dengan karakter yang khas dan istimewa.



Kekhasan pamor keris gubahan Koso adalah sifatnya yang nggajih (seperti genangan lemak) dan garis pamornya yang tebal bertumpuk, dengan warna putih terang yang indah, sehingga tampak kontras sekali dengan besi dan bajanya yang hitam menawan berkesan basah dengan pamor yang hampir merata di sepanjang permukaan bilah.



Keistimewaan pamor keris buatan Empu Koso menjadi ikon terkenal pada keris Madura, hingga orang awam banyak menyebut keris Madura dengan sebutan keris Koso, yang boleh jadi hanya dibuat oleh keturunan dan para muridnya yang mengiblat pada ciri keris buatan Empu Koso.



PAMOR TIRTA TEJA
Pamor Tirta Teja adalah satu pamor yang pola gambarannya agak serupa dengan pamor wos wutah, bedanya pada Tirta Teja, gambaran pamor itu dilengkapi dengan gambaran semacam bingkai yang bentuknya merupakan garis lekuk-lekuk, mirip pamor untu walang. Tirta Teja berarti “air berkilauan”, terglong pamor mlumah yang sulit pembuatannya. Sebagian Pecinta keris percaya bahwa pamor Tirta Teja mempunyai angsar yang dapat membuat pemiliknya menonjol dan tenar di lingkungan pergaulannya.


TINDIK LOGAM KUNING
Penambahan logam kuning pada bilah tentunya ada maksud dan tujuan tertentu. Jika pemberian logam lain pada bagian luar yang tampak oleh orang lain bertujuan salah satunya untuk status sosial, maka pemberian logam lain pada bagian bilah keris dapat dipahami sebagai maksud untuk menambah kekuatan spiritual pada pamor keris.



GONJO SEKAR, adalah gonjo yang terlihat jelas pamornya pada bagian wuwungan (bawah) dan samping kanan kirinya (tiga sisi).

FILOSOFI KERIS LURUS
Jenis keris lurus adalah jenis keris yang sederhana dalam bentuknya pada awalnya. Namun seiring perkembangan jaman bentuk lurusnya tidak lagi sederhana, karena dihiasi dengan bermacam-macam motif pamor, dapur keris dan hiasan, seperti pamor udan mas dan melati rinonce.

Jenis keris lurus mengandung sisi spiritual dalam pembuatannya sebagai lambang kelurusan hati, kepercayaan diri dan mental yang kuat, keteguhan hati pada tujuan dan sarana pemujaan kepada Sang Pencipta. Sesuai sifat kerisnya itu, si pemilik keris diharapkan selalu menjaga kelurusan dan keteguhan hati, tekun beribadah, menjaga moral dan budi pekerti dan sikap ksatria.

Keris lurus juga diidentikkan sebagai lambang ksatria, ketulusan hati dan sikap setia pada tanggung jawab, dan menjadi sarana doa untuk menundukkan keilmuan orang-orang jahat, untuk membela kebenaran dan orang-orang yang tertindas. Banyak ksatria jaman dulu yang lebih memilih keris lurus daripada keris ber-luk.

Selasa, 22 Agustus 2017

Keris Pusaka Jenggala Brojol Pamor Melati Sinebar



DAPUR : Brojol
PAMOR : Melati Sinebar
TANGGUH : Jenggala
WARANGKA : Ladrang Solo

Untuk pemesanan / pembayaran bisa via Tokopedia
Atau Hubungi: 
Telp./W.A: 0816869621
BBM: D97B02D4
Desa Bakalan Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang





FILOSOFI DHAPUR BROJOL, adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus yang sangat sederhana tanpa ricikan apapun hanya pejetan atau blumbangan. Dhapur ini sangat populer dan bisa ditemukan di setiap tangguh.


Ada dua versi bentuk dapur Brojol:
  • Pertama, panjang bilahnya hanya sekitar 15-19 cm, bilahnya tipis, rata dan biasanya merupakan keris kuno. Pejetan yang ada di bagian pangkal bilah hanya samar-samar saja. Gandiknya polos dan tipis. Kadang-kadang memakai gonjo iras. Kadang-kadang pula pada bilahnya ada lekukan-lekukan dangkal, seolah lekukan itu bekas pijitan jari tangan.
  • Jenis yang kedua, ukuran panjang bilahnya sama dengan keris biasa, sekitar 30 sampai 35 cm. Gandik-nya polos, pakai pejetan. Keris ini tanpa tanpa tikel alis dan tanpa ricikan lainnya.

Filosofi keris dhapur Brojol, seperti halnya bayi yang baru lahir, belum memiliki apapun kecuali berpasarah diri terhadap ibunya, begitulah kita berpasrah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesungguhnya dengan kelahiran itu, kita kembali diingatkan akan asal muasal kita. Dhapur Brojol dapat juga dimaknai sebagai sebuah pengejawantahan keinginan manusia untuk senantiasa dapat lancar segala sesuatunya (mbrojol) dalam hal menyelesaikan kesulitan kehidupan.


TANGGUH JENGGALA
Menurut literatur yang ada tangguh Jenggala mempunyai ciri antara lain : pasikutannya luwes, birawa (ukurannya besar atau di atas rata-rata), besinya terkesan liat, pori-porinya halus, warnanya hitam kelam dan sepintas seperti aspal. Pamornya lumer pandes, artinya kesan pamor yang halus dan melekat kuat dengan permukaan bilah dan mubyar (tampak terang menyala). Bahkan di sebagian kalangan perkerisan dikenal jika keris Pasundan Segaluh cirinya bergandhik monyong, maka Jenggala di Jawa Timur digambarkan memiliki ganja yang sangat tinggi. Persis seperti bersepatu alas tebal.


PAMOR MELATI SINEBAR
Hampir seperti Melati Rinonce tetapi ukuran bunganya lebih besar. Bentuk bunga seperti bulatan pada pamor Bendo Segodo. Tuahnya mudahkan dalam mencari rejeki dan tidak pemilih. Hanya ditemukan pada keris keris yang relatif muda. Pamor Keris ini, sesuai namanya yang indah, bunga bersusun, menebarkan semerbak bunga. Mengharumkan nama dan juga melancarkan rezeki yang memegangnya.
Pamor jenis ini bisa dipunyai siapa saja. Ditambah kepercayaan untuk lancar rezeki, maka tidak salah jika keris ini terus diburu. Kendati perlu diingat, bahwa rezeki itu bukan berasal dari keris, tapi datang dari Allah.




GONJO PAMOR MAS KEMAMBANG
Adalah pamor yang terletak di bagian gonjo. Bentuknya merupakan garis mendatar yang berlapis-lapis. Menurut sebagian pecinta keris termasuk baik tuahnya. Pemilik keris dengan gonjo seperti ini bisa bergaul baik dengan kalangan atas maupun bawah.



FILOSOFI KERIS LURUS
Jenis keris lurus adalah jenis keris yang sederhana dalam bentuknya pada awalnya. Namun seiring perkembangan jaman bentuk lurusnya tidak lagi sederhana, karena dihiasi dengan bermacam-macam motif pamor, dapur keris dan hiasan, seperti pamor udan mas dan melati rinonce.

Jenis keris lurus mengandung sisi spiritual dalam pembuatannya sebagai lambang kelurusan hati, kepercayaan diri dan mental yang kuat, keteguhan hati pada tujuan dan sarana pemujaan kepada Sang Pencipta. Sesuai sifat kerisnya itu, si pemilik keris diharapkan selalu menjaga kelurusan dan keteguhan hati, tekun beribadah, menjaga moral dan budi pekerti dan sikap ksatria.

Keris lurus juga diidentikkan sebagai lambang ksatria, ketulusan hati dan sikap setia pada tanggung jawab, dan menjadi sarana doa untuk menundukkan keilmuan orang-orang jahat, untuk membela kebenaran dan orang-orang yang tertindas. Banyak ksatria jaman dulu yang lebih memilih keris lurus daripada keris ber-luk.