Rabu, 23 Agustus 2017

Keris Sepuh Brojol Pamor Tirta Teja





DAPUR : Brojol
PAMOR : Tirta Teja
TANGGUH : Madura Sepuh
WARANGKA : Ladrang Solo
KAYU : Timoho

Untuk pemesanan / pembayaran bisa via Tokopedia
Atau Hubungi: 
Telp./W.A: 0816869621
BBM: D97B02D4
Desa Bakalan Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang





BROJOL
Filosofi keris dhapur Brojol, seperti halnya bayi yang baru lahir, belum memiliki apapun kecuali berpasarah diri terhadap ibunya, begitulah kita berpasrah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesungguhnya dengan kelahiran itu, kita kembali diingatkan akan asal muasal kita. Dhapur Brojol dapat juga dimaknai sebagai sebuah pengejawantahan keinginan manusia untuk senantiasa dapat lancar segala sesuatunya (mbrojol) dalam hal menyelesaikan kesulitan kehidupan.


TANGGUH MADURA
Kebanyakan orang akan menyebut, bahwa keris Madura Sepuh adalah Karya Empu Koso. Panafsiran gebyah uyah (pukul rata sama semua) ini sebenarnya tidak terlalu salah, mengingat Empu Koso adalah seorang empu yang paling terkenal di Madura dan kemungkinan besar adalah empu yang pertama kali menyebarkan ilmu membuat keris di pulau penghasil garam itu. Empu Koso kemudian mengembangkan bilah keris Madura dengan karakter yang khas dan istimewa.



Kekhasan pamor keris gubahan Koso adalah sifatnya yang nggajih (seperti genangan lemak) dan garis pamornya yang tebal bertumpuk, dengan warna putih terang yang indah, sehingga tampak kontras sekali dengan besi dan bajanya yang hitam menawan berkesan basah dengan pamor yang hampir merata di sepanjang permukaan bilah.



Keistimewaan pamor keris buatan Empu Koso menjadi ikon terkenal pada keris Madura, hingga orang awam banyak menyebut keris Madura dengan sebutan keris Koso, yang boleh jadi hanya dibuat oleh keturunan dan para muridnya yang mengiblat pada ciri keris buatan Empu Koso.



PAMOR TIRTA TEJA
Pamor Tirta Teja adalah satu pamor yang pola gambarannya agak serupa dengan pamor wos wutah, bedanya pada Tirta Teja, gambaran pamor itu dilengkapi dengan gambaran semacam bingkai yang bentuknya merupakan garis lekuk-lekuk, mirip pamor untu walang. Tirta Teja berarti “air berkilauan”, terglong pamor mlumah yang sulit pembuatannya. Sebagian Pecinta keris percaya bahwa pamor Tirta Teja mempunyai angsar yang dapat membuat pemiliknya menonjol dan tenar di lingkungan pergaulannya.


TINDIK LOGAM KUNING
Penambahan logam kuning pada bilah tentunya ada maksud dan tujuan tertentu. Jika pemberian logam lain pada bagian luar yang tampak oleh orang lain bertujuan salah satunya untuk status sosial, maka pemberian logam lain pada bagian bilah keris dapat dipahami sebagai maksud untuk menambah kekuatan spiritual pada pamor keris.



GONJO SEKAR, adalah gonjo yang terlihat jelas pamornya pada bagian wuwungan (bawah) dan samping kanan kirinya (tiga sisi).

FILOSOFI KERIS LURUS
Jenis keris lurus adalah jenis keris yang sederhana dalam bentuknya pada awalnya. Namun seiring perkembangan jaman bentuk lurusnya tidak lagi sederhana, karena dihiasi dengan bermacam-macam motif pamor, dapur keris dan hiasan, seperti pamor udan mas dan melati rinonce.

Jenis keris lurus mengandung sisi spiritual dalam pembuatannya sebagai lambang kelurusan hati, kepercayaan diri dan mental yang kuat, keteguhan hati pada tujuan dan sarana pemujaan kepada Sang Pencipta. Sesuai sifat kerisnya itu, si pemilik keris diharapkan selalu menjaga kelurusan dan keteguhan hati, tekun beribadah, menjaga moral dan budi pekerti dan sikap ksatria.

Keris lurus juga diidentikkan sebagai lambang ksatria, ketulusan hati dan sikap setia pada tanggung jawab, dan menjadi sarana doa untuk menundukkan keilmuan orang-orang jahat, untuk membela kebenaran dan orang-orang yang tertindas. Banyak ksatria jaman dulu yang lebih memilih keris lurus daripada keris ber-luk.